Monday, July 1, 2013
0 komentar

Kebijakan Pemerintah meng-Import Hortikultura

10:00 AM
Saya ingin menyampaikan pernyataan saya selaku Presiden Serikat Pedagang Pasar Indonesia (SPPI)  mengenai Kebijakan Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan untuk Import Hortikultural seperti Cabe,bawang, dan lain sebagainya.                                               

  1. Kami sangat menyayangkan ketika itu dilakukan oleh Pemerintah, dampaknya yang ditimbulkan akan  mengakibatkan resiko yg lebih besar di Pedagang khususnya peritel. Karena sudah pasti barang2 yg di import tersebut memiliki kualitas yg sangat rendah karrna rentan waktu yang panjang dari proses produksi oleh petani Negara asal, ke pengumpul, Peti Kemas, perjalanan Kapal , sampai ke Indonesia, bersandar di Pelabuhan, menunggu bongkaran, kirim ke gudang, ke Pedagang besar, baru sampai ke Pedagang grosir, baru ke peritel. Bisa dibayangkan bila itu terjadi barang yang dijual ke konsumen tersebut hanya menjadi ampas saja.

2. Kebijakan Pemerintah hanya memenuhi kebutuhan sesaat saja, seperti Makelar. Kebijakan yg hanya menunggu, dan proses yg paling simpel dan gampang  tanpa berpikir panjang dan bersusah susah. Apalagi tentang dampak yg ditimbulkannya. Bila itu terjadi, produk luar banjir di Indonesia. Nah Petani2 kita menjadi malas untuk menanam, karena hasilnya akan kalah dengan harga barang dari luar (apalagi barang tersebut mendapat subsidi Pemerintah). Padahal bila Pemerintah mau turun ke daerah2 yg surplus atau bisa menghasilkan barang2 tersebut bekerja sama dengan Kementrian Pertanian, para Pemerintah Daerah, para Petani yg dibina (siapkan lahan, bibit, pupuk dan jalur distribusi atau penjualannya) oleh asosiasi-asosiasi.  Saya yakin seyakinnya Pemerintah tidak perlu import barang2 yg bisa diproduksi di dalam Negeri.
Mengapa mengurus Negara dan Bangsa ini dibuat seperti mengurus Perusahaan yang sangat simple saja kebijakannya. Memenuhi kebutuhan hari ini dan tidak mau tahu dampak ke depan terhadap Generasi Bangsa ini.

3. Memang bagi Pemerintah perkara memenuhi kebutuhan sesaat yang paling gampang ya import. Ngapain produksi, yang harus ngurusin tetek bengek dari hal hal yang paling kecil ke petani..itu yang salah!..Harusnya Kebijakannya bukan jangka pendek saja tetapi Jangka Panjang. Krn membuat regulasi bukan sekedar memnuhi kebutuhan saat ini, tetapi kebutuhan yang berkesinambungan dan akan datang. Apalagi Dampak dari pemenuhan kebutuhan sesaat tersebut akan merugikan buat Kekuatan hasil hasil Pertanian kita dimasa yang akan datang.

4. Kebiasaan meng-import barang yang sebenarnya bisa di produksi di dalam Negeri, menjadikan Negara kita sebagai Negara Konsumen, yang sudah pasti menjadi Negara yang ber-ketergantungan kepada Negara luar. Atau bisa jadi Pemerintahan yang memimpin Negeri ini menjadi Pemerintahan Makelar alias Calo bagi Negara luar.

5. Kualitas Produk hortikultural yang di import sudah pasti mengalami penyusutan yang pada akhirnya Bangsa ini mengkosumsi makanan yang tidak memiliki Kualitas Gizi, Vitamin dan unsur yang terkandung di dalamnya rendah. Nah bisa dibayangkan kalau ini terus menerus terjadi. Bangsa kita menjadi Bangsa yang lemah dan tidak Berkualitas.

6. Bagi Pedagang sendiri, mereka tidak mempunyai pilihan terhadap apa yang harus mereka perdagangkan. Karena bagi mereka barang2 yang ada di pasaran dan yang ada di Pedagang Besar itulah yang akan mereka jual. Karena mereka juga harus tetap mempertahankan kehidupan mereka. Nah ini kembali lagi kepada Keseriusan Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan Barang barang tersebut.

Demikian hasil pemikiran kami, semoga Pemerintah khususnya Kementrian Perdagangan bisa mempertimbangkan kembali kebijakan import barang2 Holtikultural. Karena Negara kita adalah Negara Agraris, pulau pulau yang bertebarann hasil hasil Pertanian dan Alam yang sangat melimpah bila dikelola dengan Benar. Demi menjadikan Bangsa ini Bangsa yang Mandiri, kuat dan tidak ketergantungan dengan negara luar.                                     

Sekian dan terima kasih.
Burhan Saidi HSB 
 
Toggle Footer
Top